Akhir tahun 2008, dunia dikejutkan dengan serangan keji Israel ke wilayah jalur Gaza. Tujuannya untuk melumpuhkan kekuatan hamas dan mencegah hamas berkuasa, padahal hamaslah yang memenangkan pemilu palestina terahir. Entah siapa yang memulai, siapa yang benar dan siapa yang salah, jauhkan masalah itu disini karena tidak aka ada habisnya untuk dibahas. Mari melihat sisi menarik dari konflik tersebut, khususnya roket hamas yang membuat Israel murka sekaligus senang karena punya alasan untuk menggempur jalur Gaza.

Secara umum, roket hamas memiliki tiga segmen yaitu warhead, engine, dan tail. Bagian warhead berisi bahan peledak (TNT), engine berisi propelan, dan pada bagian tail terdapat sirip penyeimbang dan noozle. Dalam pembuatannya secara umum tidak didukung teknologi tinggi, tidak menggunakan computer, apalagi GPS (Global Positioning System), bisa dikatakan dibuat amatiran (Qassam). Oleh karena itu wajar jika jarak jangkauannya kecil dan tidak akurat. Roket yang terkenal yaitu Qassam dan Quds (Grad/katyusha).
1. Qassam

Qassam merupakan misil jarak pendek umumnya di buat di Gaza dan menggunakan propelan yang terbuat dari campuran potassium nitrat (KNO3) dan gula. Qassam-1 pertama kali diluncurkan ke Israel pada Oktober 2001, dengan jangkauan 3 Km. Tahun 2007, jagkauan Qassam-1 meningkat sekitar 10 Km. Qassam-2 untuk jarak pendek, memiliki berat 35 Kg, diameter 115 mm dan 8 Kg warhead. Panjangnya sekitar 1,8 meter, mampu terbang sejauh 6-7 Km. Qassam-2 untuk jarak yang lebih jauh, memiliki berat 50 Kg, panjang 2,5 meter, diameter 115 mm dan 8 Kg warhead. Mampu terbang maksimal sejauh 10 Km.

Qassam-2 mampu menjangkau wilayah pemukiman Israel dan asset strategis yang dekat dengan jalur Gaza. Pada 28 Agustus 2003, Qassam-2 diluncurkan di jalur Gaza dan mendarat di Ashkelon, kota pelabuhan di selatan Israel. Roket mendarat dekat dengan pabrik pembuatan bir, Carlsberg (yang jadi sponsor Liverpool itu) dan dekat dengan pembangkit listrik Ashkelon.
September 2005, Hamas melaporkan hasil pengembangan Qassam dengan jangkauan 16,5 Km, tentu saja mampu menjangkau pembangkit listrik di Ashkelon dari Jalur Gaza. Desember 2005, Qassam dibuat dengan diameter yang lebih besar. 15 Desember 2005, Qassam lagi-lagi menghantam zona industry di Ashkelon (dekat pabrik Carslberg).
Januari 2006, media melaporkan Qassam mampu menjangkau jarak 10-40 Km. Pada Februari dan Maret Qassam yang diluncurkan Jihad Islam sukses merusak fasilitas strategis di Ashkelon seperti fasilitas pembangkit listrik, air, pelabuhan dan minyak.
Juni 2006, Hamas membuat Qassam dengan dua engine dan diameter labih besar, sekitar 155 mm. Qassam terus dikembangkan, walaupun hanya membuat Israel seperti di cubit2 kecil, balasan Israel lebih keji dari itu.
Januari 2007, Hamas memutuskan berhenti untuk mengembangkan Qassam. Jarak jangkauan Qassam tidak lebih dari 16 Km dengan warhead yang lebih besar. Qassam tidak bisa dikembangkan lebih jauh dan Palestina membutuhkan senjata baru. Pengembangan roket kini lebih fokus pada model Katyusha (Quds), roket dengan multi launcher, jangkauannya lebih jauh dari Qassam.
2. Quds (Grad/Katyusha)

Februari 2006, Jihad Islam Palestina (PIJ) mengklaim telah mengembangkan roket jarak jauh yang mampu mencapai wilayah pusat Ashkelon. Menurut sumber PIJ, roket ini mampu menjangkau jarak 13-16 Km disertai payload berupa TNT. Roket ini memiliki panjang 2,3 meter dan telah sukset di uji coba.
April 2006 media melaporkan Palestina mampu membuat Quds-3 dengan system multi launcher. Quds-2 dikembangkan di jalur Gaza, berdasarkan pada model grad rusia dan Bm21 Katyusha. Quds-3 diluncurkan 28 Maret menghantam Ashkelon, dengan berat 66 Kg dan mampu membawa bahan peledak 17 Kg.

Launcher 122 mm mampu meluncurkan 10 roket secara simultan dengan jangkauan 18-30 Km. Sistemnya mampu meluncurkan 40 roket dibawah 20 detik. Juli 2006, Hamas mengembangkan/meniru varian roket Katyusha asal Rusia (Bm-21 Grad) dengan jangkauan 24 Km. Grad 122 mm diluncurkan dan mampu mencapai jarak 19 Km. November 2006 Quds-4 beroperasi, dibuat berdasarkan Katyusha buatan Rusia dan mampu mencapai jarak 18-20 Km. Januari 2007, PIJ mamproduksi banyak roket dengan diameter 220 mm dan mampu mencapai jarak 22 Km.
.
Tulisan ini disari dari weaponsurvey.com
.jpg)

mantap euy.. manual technya Hamas, Indonesia udah bisa berapa KM ya? kira2 bs sampai malaysia ga ya?
Tapi Hamas mengoperasikannya dari daerah berpenduduk..
Sebuah dilema bagi musuhnya dalam upaya meredam roket ini. Tapi bagi Israel, kedaulatan negaranya adalah yang utama..
ditambah lagi roket ini tidak berpemandu tidak layak jika digunakan untuk menyerang daerah perkotaan, bisa dibilang tidak mungkin dengan roket ini Hamas menargetkan sasaran militer.
jadi gimana dunk..
eh di palestina gampang ya dapet KNO3..???
Rumornya, kon3 hamas dapetnya dari daerah israel juga yang biasa dipake buat pupuk. Sekedar katanya